Menghilangnya Tradisi Bersyair pada Masyarakat Keturunan Arab di Pesisir Utara Pulau Jawa

Zeffry Alkatiri

Abstract


IKHTISAR: Di negara-negara Teluk, tradisi pembacaan syair masih tetap dilakukan, seperti terlihat dalam tayangan kenegaraan mereka di televisi Al-Jazerah, Dubai TV, dan Emiratiyah TV, atau di pentas-pentas pertunjukan yang lebih populer. Tentunya tradisi itu juga ada dan sampai pada masyarakat di wilayah Yaman (Hadramaut), yang juga bagian dari masyarakat yang mendiami sebagian wilayah Timur Tengah (Jazirah Arabia) bagian Selatan. Masyarakat Arab Hadramaut dikenal sebagai masyarakat diaspora yang berkelana dan menetap di berbagai wilayah lain, termasuk kemudian sampai juga ke Indonesia. Artikel ini bertujuan mengkaji tradisi bersyair masyarakat Arab di daerah Pesisir Utara Pulau Jawa serta juga memperhatikan alasan menghilangnya tradisi tersebut dalam kehidupan mereka. Dalam artikel ini dibahas satu syair peninggalan seorang penyair keturunan Arab dari Cirebon, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perubahan dalam stratifikasi dan profesi di masyarakat Arab pada akhirnya melenyapkan tradisi bersyair tersebut. Selain itu, bisa juga diakibatkan oleh adanya hambatan kondisi budaya dan zaman yang berbeda pada masyarakat keturunan Arab sendiri yang sudah lama menetap di Pulau Jawa

KATA KUNCI: Tradisi bersyair, masyarakat keturunan Arab, pesisir Utara pulau Jawa, perubahan sosial, dan pendidikan modern.

ABSTRACT: This article entitled “The Missing Poetry Tradition of Arab Descent Communities in the North Coast of Java Island”. In the Gulf countries, the tradition of poetry readings still remain to be done, as seen in their state ceremonies live on such as television Al-Jazerah, Dubai TV, and Emiratiyah TV, or in performing dramas are more popular. Of course there is also the tradition and to the communities in Yemen (Hadramaut), which is also part of the society living in part of the Middle East (Arabian Peninsula) in the South. The people of Hadramaut Arab was known as diaspora communities who traveled and lived in various other areas, including then until lived in Indonesia. This article aims to examine the poetry tradition of the Arab community in the North Coast area of Java and also pay attention to the reason for the missing of poetry tradition in their lives. In this article discussed the legacy of a lyric poet of Arab descent from Cirebon, West Java. The results showed that the change in stratification and profession in Arab society ultimately eliminate the tradition of poetry. In addition, it could also be caused by the presence of barriers and cultural conditions of a different era in the Arab societies themselves who have long settled in the island of Java.

KEY WORD: Poetry tradition, people of Arab descent, the North coast of the island of Java, social change, and modern education.

About the Author: Dr. Zeffry Alkatiri adalah Dosen Senior di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya UI (Universitas Indonesia), Kampus UI Depok, Jawa Barat, Indonesia. Penulis dapat dihubungi, dengan alamat emel di: zeffry_al@yahoo.com

How to cite this article? Alkatiri, Zeffry. (2013). “Menghilangnya Tradisi Bersyair pada Masyarakat Keturunan Arab di Pesisir Utara Pulau Jawa” in SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, Vol.1(2), September, pp.125-138. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UBD Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, ISSN 2302-5808.

Chronicle of the article: Accepted (May 20, 2013); Revised (July 27, 2013); and Published (September 30, 2013).


Full Text:

PDF

References


Algadri, Hamid. (1984). C. Snouck Hurgronje: Politik Belanda terhadap Islam dan Keturunan Arab. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Alkatiri, Zeffry. (1994). “Variasi Bahasa Percakapan Masyarakat Keturunan Arab di Jakarta” dalam Hubungan Timbal-Balik Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah. Depok: FS-UI [Fakultas Sastra Universitas Indonesia].

Alkatiri, Zeffry. (2002). “Ketersisihan Pedagang Arab oleh Pedagang Cina di Jakarta, Tahun 1960-1990”. Laporan Penelitian Tidak Diterbitkan. Depok: LP-UI [Lembaga Penelitian Universitas Indonesia].

Alkatiri, Zeffry. (2003). “Pengarang Arab-Indonesia: Tinjauan Sosiologis dan Tematis”. Makalah disajikan dalam Seminar Pertemuan Ilmiah Nasional (PILNAS) HISKI XIV di Surabaya, Indonesia, pada tanggal 26-28 Agustus.

Alkatiri, Zeffry & Mathar Moehammad Kamal. (2013). “Modern Malay Rhythm Music Trend as Popular Culture in Indonesia, 1950-1960’s: A Sociological Analysis” dalam TAWARIKH: International Journal for Historical Studies, 4(2), hlm.223-244.

Bell, Catherine. (1992). Ritual Theory, Ritual Practice. New York: Oxford University Press.

Boxberger, Linda. (2002). On the Edge of Empire: Hadramawt, Emigration, and the Indian Ocean, 1880-1930s. New York: State University New York Press.

Chalifah, Geis. (2008). Abah seolah Penguasa, Ummi yang Berkuasa: Esai Pergeseran Budaya Arab. Jakarta: Khatulistiwa Press.

de Jonge, Huub & Nico Kapiten [eds]. (2002). Transcending Border: Arab, Politic, Trade, and Islam in Southeast Asia. Leiden: KITLV Press.

Ganis, Ahmad. (t.t.). Memoir: Bunga Rampai dari Gunung Ciremai. Jakarta: t.p. [tanpa penerbit].

Homans, George C. (1979). “Anxiety and Ritual: The Theories of Malinowski and Radcliffe Brown” dalam William A. Lessa & Evan Z. Vogt [eds]. Reader in Comparative Religion an Anthropological Approach. New York: Harper and Row Publusher.

Kesheh, Natalie Mobini. (2007). Hadrami Awakening: Kebangkitan Hadrami di Indonesia. Jakarta: Akbar Press, Terjemahan.

Subarkah, Amin. (1993). “Kehidupan Sosial-Budaya Orang-orang Arab di Jakarta Tahun 1900-an”. Laporan Penelitian Tidak Diterbitkan. Depok: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UI [Universitas Indonesia].

Van den Berg, L.W.C. (1989). Hadramaut dan Koloni Arab di Nusantara. Jakarta: Penerbit INIS, Terjemahan Rahayu S. Hidayat.

Wawancara dengan Sulaiman Ganis, cucu keempat, berumur 72 tahun, di Jakarta, pada tanggal 30 Mei 2012.

Wawancara dengan Ahmad Ganis, cucu keenam, berumur 68 tahun, di Jakarta, pada tanggal 8 Juni 2012.

Wawancara dengan Said Umar Bawazir, informan berumur 67 tahun, di Jakarta, pada tanggal 16 Juni 2012.

www.bny.nahid.8m.net/alqanespo.em.htm [diakses di Depok, Jawa Barat, Indonesia: 17 Juni 2012].




DOI: https://doi.org/10.2121/susurgalur.v1i2.62

DOI (PDF): https://doi.org/10.2121/susurgalur.v1i2.62.g63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats