Respons Jemaat Ahmadiyah Indonesia terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta Kajian dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam

Maman Sutirman, Kunto Sofianto, Agus Nero Sofyan

Abstract


RESUME: Penelitian ini membahas alasan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyatakan bahwa JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) merupakan jamaah di luar Islam yang sesat. Alasan itu, terutama berkenaan dengan Al-Masih dan Al-Mahdi, Wahyu, serta Kenabian. Selain itu, juga LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) di Jakarta telah menyampaikan ketidakpuasan tentang JAI kepada Ketua MA RI (Mahkamah Agung Republik Indonesia), pada 10 Juni 1994. Keberatan itu, terutama bahwa Ahmadiyah mempunyai “Nabi” dan “Rasul” sendiri; kitab suci sendiri; tanggal, bulan, dan tahun sendiri; tempat untuk Haji sendiri; serta Khalifah sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu: heuristik, kritik,  interpretasi, dan historiografi. Selain itu, penulis menggunakan pendekatan bantuan dari ilmu-ilmu sosial yang erat  hubungannya dengan ilmu sejarah, terutama ilmu politik, sosiologi, dan antropologi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada tuduhan keliru dari kedua lembaga Islam tersebut, yakni MUI dan LPPI, para anggota JAI tetap pada pendiriannya bahwa Ahmadiyah merupakan faham yang benar, yang sesuai dengan keyakinannya. Para anggota Jemaat Ahmadiyah pun menyadari bahwa selain banyak masyarakat Muslim yang menentang, banyak pula masyarakat Muslim lain yang tidak menentang, atau bahkan mendukung adanya Ahmadiyah di Indonesia.

KATA KUNCI: Lembaga-lembaga Islam; Ahmadiyah di Indonesia; Fatwa Islam; Sesat. 

ABSTRACT: “Response of the Indonesian Ahmadiyya Community to the Fatwa of the Indonesian Ulema Council and Studies from the Islamic and Research Institute”. This study discusses the reasons for the MUI (Indonesian Ulema Council) fatwa stating that JAI (Indonesian Ahmadiyya Community) is a worshiper outside of a heretical Islam. That reason, especially concerning the Messiah and Al-Mahdi, Revelation, and Prophethood. Besides that, the LPPI (Islamic and Research Institute) in Jakarta also expressed dissatisfaction about the Ahmadiyya teachings to the Chair of the Supreme Court of Indonesia, on June 10, 1994. The objection, especially that Ahmadiyya has its own "Prophet" and "Apostle"; holy book; date, month, and year; the place for the Hajj itself; and the Caliph himself. The research method used in this study is a historical method consisting of four stages, namely: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. In addition, the authors used a help approach from the social sciences that are closely related to history, especially political science, sociology, and anthropology. The conclusion of this study shows that even though there were false accusations from the two Islamic institutions, namely MUI and LPPI, the JAI members remained in their position that the Ahmadiyya was a true understanding that was in accordance with their beliefs. The members of the JAI also realized that besides many Muslim communities who opposed it, there were also many other Muslim communities who did not oppose, or even support the existence of Ahmadiyah in Indonesia.

KEY WORD: Islamic Institutions; Ahmadiyah in Indonesia; Islamic Fatwa; Heretical.

    

About the Authors: Maman Sutirman, M.Hum. adalah Dosen Senior pada Program Studi Bahasa Arab FIB UNPAD (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran) Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kunto Sofianto, Ph.D. adalah Dosen Senior pada Program Studi Sejarah FIB UNPAD Bandung. Dr. Agus Nero Sofyan adalah Dosen Senior pada Program Studi Sastra Indonesia FIB UNPAD Bandung. Untuk kepentingan akademik, para Penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: sutirman@unpad.ac.id, kunto.sofianto@unpad.ac.id, dan agus.nero@unpad.ac.id

Suggested Citation: Sutirman, Maman, Kunto Sofianto & Agus Nero Sofyan. (2019). “Respons Jemaat Ahmadiyah Indonesia terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta Kajian dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Volume 12(2), November, pp.105-120. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI with ISSN 1979-0112 (print) and ISSN 2622-6855 (online).

Article Timeline: Accepted (August 17, 2019); Revised (October 28, 2019); and Published (November 30, 2019).


Keywords


Lembaga-lembaga Islam; Ahmadiyah di Indonesia; Fatwa Islam; Sesat

Full Text:

PDF

References


Abdillah, Ahmad Fahmi Yahya. (2014). “Strategi Bertahan Jemaat Ahmadiyah di Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Jakarta: FISIP UIN [Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/28491/1/AHMAD%20FAHMI%20YAHYA%20ABDILLAH-FISIP.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Abidien, Zed & Deffan Purnama. (2005). “Senja Kelam di Parung” dalam TEMPO, pada 18 Juli. Tersedia secara online juga di: https://majalah.tempo.co/read/115942/senja-kelam-di-parung&user=register [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Ahyar, Muzayyin. (2015). “Ahmadiyah dalam Labirin Syariah dan Nasionalisme Ketuhanan di Indonesia” dalam MAZAHIB: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol.XIV, No.2 [Desember], hlm.109-118. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/57787-ID-ahmadiyah-dalam-labirin-syariah-dan-nasi.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Akbarizan, H. (2017). “Jamaah Ahmadiyah: Kesesatan yang Merusakan Kerukunan Umat Seagama”. Tersedia secara online di: https://media.neliti.com/media/publications/40318-ID-jamaah-ahmadiyah-kesesatan-yang-merusakan-kerukunan-umat-seagama.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Alderi, B.E. (2017). “Otoritas Lembaga Fatwa di Indonesia tentang Sesat-Menyesatkan terhadap Syi’ah dan Ahmadiyah”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN [Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/41982/1/BRILLIANT%20ELTAMIN%20ALDERI-FSH.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Alkatiri, Jufri. (2014). “Ahmadiyah Qadian dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya: Kajian tentang Agama di Ruang Publik”. Disertasi Doktor Tidak Diterbitkan. Jakarta: SPs UIN [Sekolah Pascasarjana, Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/41355/1/Jufri%20Al-katiri_Ahmadiyah [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Anwar, Ahmad. (2002). Dimana Letak Kesesatan dan Bahaya Ahmadiyah? Bandung: Yayasan Al-Abror.

Ariefana, Febriansyah. (2014). “Kronologi FPI Mau Tutup Masjid Ahmadiyah Ciamis”. Tersedia secara online di: https://kbr.id/06-2014/kronologi_fpi_mau_tutup_masjid_ahmadiyah_ciamis/27934.html [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Batubara, Fadlan Kamali. (2017). “Kritik Teologi Kenabian Mirza Gulam Ahmad”. Tesis Magister Tidak Diterbitkan. Medan: PPs UIN [Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri] Sumatera Utara. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinsu.ac.id/1870/1/TESIS%20FADLAN [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 24 Agustus 2018].

Bonasir, Rohmatin. (2018). “Kenapa Ahmadiyah Dianggap Bukan Islam: Fakta dan Kontroversinya” dalam BBC Indonesia, pada 19 Februari. Tersedia secara online juga di: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42642858 [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Februari 2019].

Bonyan, Bilal Ahmad. (2015). “Inilah Nabi Ahmadiyah…!” dalam KOMPASIANA: Byond Blogging, pada 26 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/bilal/55004aaea333115b74510409/inilah-nabi-ahmadiyah [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Chandra, Ryllian. (2015). “Keterlibatan TNI dalam Penanganan Ahmadiyah di Jawa Barat” dalam Jurnal Tamaddun, Vol.XIV, No.2 [Juli–Desember], hlm.107-138.

Cheema, Mahmud Ahmad. (1994). Tiga Masalah Penting: Wafatnya Nabi Isa a.s., Masalah Kenabian, dan Kebenaran Imam Mahdi. Jakarta: Jema’at Ahmadiyah Indonesia.

Djamaludin, M. Amin. (2003). Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur’an. Jakarta: Penerbit LPPI [Lembaga Penelitian & Pengkajian Islam].

Djazimah, Nurul, Arni & Maimanah. (2013). “Fenomena Aliran Keagamaan di Banjarmasin: Studi Kasus Ahmadiyah” dalam Tashwir, Vol.1, No.1 [Januari – Juni], hlm.1-14.

Farkhan. (2012). “Jamaah Ahmadiyah Indonesia”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Depok: Program Studi Bahasa Arab FIPB UI [Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia]. Tersedia secara online juga di: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20289839-S1174-Farkhan.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Fatoni, Uwes. (2014). “Respon Da’i terhadap Gerakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Tenjowaringin, Tasikmalaya” dalam Jurnal Dakwah, Vol.XV, No.1, hlm.49-65.

Hakim, Lukman Nul. (2012). “Tindak Kekerasan terhadap Jamaah Ahmadiyah Indonesia: Sebuah Kajian Psikologi Sosial” dalam Aspirasi, Vol.2, No.1 [Juni], hlm.17-30.

HAMKA [Haji Abdul Malik Karim Amrullah]. (1982). Ayahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Penerbit Uminda.

Hamka, H. Rusydi. (1984). “Pribadi dan Martabat Buya Hamka: Sebuah Memoar”. Tersedia secara online di: https://www.scribd.com/document/408281914/PRIBADI-DAN-MARTABAT-BUYA-HAMKA-pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Hidayat, Tatang & Endis Firdaus. (2018). “Analisis atas Terbentuknya Mazhab Fikih, Ilmu Kalam, dan Tasawuf, serta Implikasinya dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah” dalam AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, Vol.10, No.2, hlm.255-277.

Hidayatulloh. (2019). “Konflik Jemaat Ahmadiyah dan Non-Ahmadiyah di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Jakarta: Prodi Studi Agama-agama, Fakultas Ushuluddin UIN [Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/46590/1/Hidayatulloh.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 31 Agustus 2019].

Howell, Martha & Walter Prevenier. (2001). From Reliable Sources: An Introduction to Historical Methods. Ithaca, New York: Cornell University Press.

http://www.mui.or.id/konten/fatwa-mui/ahmadiyah-qadiyan [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 1 Oktober 2018].

Ikhtiyarini, Pratina. (2012). “Eksistensi Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Yogyakarta Pasca SKB 3 Menteri Tahun 2008 tentang Ahmadiyah”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Sejarah FIS UNY [Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta]. Tersedia secara online juga di: https://eprints.uny.ac.id/13842/1/pdf%20skripsi%20fix.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Indra, Putu Agung Nara. (2016). “FPI dalam Lintasan Sejarah” dalam Tirto.Id, pada 4 November. Tersedia secara online juga di: https://tirto.id/fpi-dalam-lintasan-sejarah-b1NT [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

“Inilah 12 Ajaran Pokok Ahmadiyah” dalam DetikNews, pada 15 Januari 2008. Tersedia secara online juga di: https://news.detik.com/berita/d-879084/inilah-12-ajaran-pokok-ahmadiyah [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

JAI [Jemaat Ahmadiyah Indonesia]. (1980). Kami Orang Islam: Buku Putih Menjawab Fatwa Majlis Ulama Indonesia, Menjelaskan Pendirian, Itikad, Ajaran, dan Tujuan Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Kepada Yth. BANGSA INDONESIA yang kami cintai, khususnya para anggota MAJELIS ULAMA INDONESIA yang menjatuhkan fatwa kepada kami, keluarga Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Bogor: Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

JAI [Jemaat Ahmadiyah Indonesia]. (2001). Penjelasan Jemaat Ahmadiyah Indonesia terhadap Keberatan-keberatan dari Pihak Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI). Bogor: Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

“Kalender Hijri Syamsi” dalam Warta Ahmadiyah, pada 22 Maret 2015. Tersedia secara online juga di: http://warta-ahmadiyah.org/kalender-hijri-syamsi.html [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 24 Agustus 2018].

Kartodirdjo, Sartono. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Karyadi. (2009). “Studi Komparatif Fatwa MUI dan Jaringan Islam Liberal tentang Paham Jemaat Ahmadiyah Indonesia”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Syariah UIN [Universitas Islam Negeri] Sunan Kalijaga. Tersedia secara online juga di: http://digilib.uin-suka.ac.id/2524/1/BAB%20I%2CV%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Kasdi, Aminuddin. (2005). Memahami Sejarah. Surabaya: UNESA [Universitas Negeri Surabaya] Press.

KontraS [Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan]. (2014). Pelanggaran HAM dan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus-kasus Kebebasan Beragama, Berkeyakinan, dan Beribadah di Indonesia. Jakarta Selatan: Solidaritas Perempuan. Tersedia secara online juga di: https://kontras.org/home/WPKONTRAS/wp-content/uploads/2018/09/Buku-KBBB-SP-dan-KontraS-final2.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Kuntowijoyo. (2001). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Kurniawan, Fajar A. (2006). Teologi Kenabian Ahmadiyah. Jakarta: RM Books.

Mudzakkir, Amin. (2011). “Minoritisasi Ahmadiyah di Indonesia” dalam MASYARAKAT INDONESIA: Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia, Edisi XXXVII, No.2, hlm.1-24.

Mudzhar, Mohammad Atho. (1993). Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonsia, 1975–1988. Jakarta: Penerbit INIS, Terjemahan.

Muhtador, Moh. (2018). “Ahmadiyah dalam Lingkar Teologi Islam: Analisis Sosial atas Sejarah Munculnya Ahmadiyah” dalam AQLAM: Journal of Islam and Plurality, Vol.3, No.1 [Juni].

MUI [Majelis Ulama Indonesia]. (2010). Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jakarta: Sekretariat Majelis Ulama Indonesia.

Mukhayat, M.S. Ali. (2000). Sejarah Pertablighan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (1925-1994). Tasikmalaya: Penerbit EBK.

Mulyartono, Siswo. (2014). “Kekerasan Anti-Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang: Pendekatan Mobilisasi”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Jakarta: FISIP UIN [Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah.

Nahdi, A. Saleh. (1974). “Ahmadiyah dan Lawannya” dalam Sinar Islam, No.14 [Desember].

Notosusanto, Nugroho. (1978). Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer: Suatu Pengalaman. Jakarta: Yayasan Idayu.

Panggabean, Rizal & Ihsan Ali-Fauzi [eds]. (2014). Pemolisian Konflik Keagamaan di Indonesia. Jakarta: PUSAD [Pusat Studi Agama dan Demokrasi] Yayasan Wakaf Paramadina. Tersedia secara online juga di: http://mprk.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2014/06/E-Book-Panggabean-Ali-Fauzi-Pemolisian-Konflik-Keagamaan.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Parikesit, Suparwan G. & Krisna R. Sempurnadjaja. (1995). Haji Alamsyah Ratu Perwiranegara: Perjalanan Hidup Seorang Anak Yatim Piatu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Patty, Albertus. (2006). “Ahmadiyah, Pemerintah, dan Pluralisme Keagamaan” dalam Ahmad Suaedy et al. [eds]. Kala Fatwa Jadi Penjara. Jakarta: The Wahid Institute.

Perpus ARH [Perpustakaan Arif Rahman Hakim]. (2015). Ahmadiyah di Mata Cendekiawan: Kumpulan Tulisan Cendekiawan tentang Fenomena Ahmadiyah di Media Masa, Tahun 2010‐2011. Jogjakarta: Perpustakaan Arif Rahman Hakim. Tersedia secara online juga di: http://ahmadiyah.org/wp-content/uploads/2015/05/Ahmadiyah-di-Mata-Cendekiawan.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Pimpinan LI JAI [Lajnah Imaillah Jemaat Ahmadiyah Indonesia]. (2005). Lajnah Imaillah Indonesia dalam Lintasan Waktu, 1983-2004. Bogor: Penerbit JAI [Jemaat Ahmadiyah Indonesia].

Rashid, Qasim. (2019). “Sebuah Pengenalan dengan Umat Ahmadiyah Indonesia” dalam New Naratif, pada 30 Maret. Tersedia secara online juga di: https://newnaratif.com/research/sebuah-pengenalan-dengan-umat-ahmadiyah-indonesia/ [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 31 Agustus 2019].

Renier, G.J. (1997). Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, terjemahan Muin Umar.

Rokhmad, Abu. (2019). Islam & Aliran Menyimpang: Perspektif HAM dan Maqashid al-Syariah. Semarang: CV Varos Mitra Utama. Tersedia secara online juga di: http://eprints.walisongo.ac.id/9734/1/Abu_Rokhmad_Islam_dan_aliran_menyimpang.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 31 Agustus 2019].

Sajari, Dimyati. (2015). “Fatwa MUI tentang Aliran Sesat di Indonesia (1976-2010)” dalam MIQOT, Vol.XXXIX, No.1 [Januari-Juni], hlm.44-62. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/157064-ID-none.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Salam, Fahri & Reja Hidayat. (2017). “Muslim Ahmadiyah Menebar Kebaikan Sekalipun Dipersulit” dalam Tirto.Id, pada 13 Juni. Tersedia secara online juga di: https://tirto.id/muslim-ahmadiyah-menebar-kebaikan-sekalipun-dipersulit-cqyV [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Sari, Wulan Purnama. (2018). “Analisis Wacana Kritis Kasus Penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik” dalam Jurnal Komunikasi, Vol.10, No.1 [Juli], hlm.87-94.

Siregar, Rusman. (2019). “Buya Hamka: Ketua MUI Pertama yang Memilih Mundur dari Jabatannya” dalam SindoNews.Com, pada 13 April. Tersedia secara online juga di: https://daerah.sindonews.com/read/1395316/29/buya-hamka-ketua-mui-pertama-yang-memilih-mundur-dari-jabatannya [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 31 Agustus 2019].

Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Soerahman, Bani. (2003). Menjernihkan Air Tuba Prasangka terhadap Ahmadiyah. Bandung: Yayasan Al-Abror. Tersedia secara online juga di: https://archive.org/stream/MenjernihkanAirTubaPrasangkaTerhadapAhmadiyah [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Sofianto, Kunto. (2014). Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Malaysia: Nertja Press, cetakan ke-1.

Sofianto, Kunto. (2016). “Mirza Ghulam Ahmad: Founder of the Ahmadiyya Muslim from Qadian, India” in TAWARIKH: International Journal for Historical Sudies, Volume 7(2), April, pp.183-200.

Suryawan, M.A. (2006). Bukan Sekedar Hitam Putih: Kontroversi Pemahaman Ahmadiyah. Tangerang: Azzahra Publishing.

Suryawan, M.A. (2015). “Ahmadiyah: Sisi Lain Fatwa MUI” dalam KOMPASIANA: Byond Blogging, pada 26 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/m.a.suryawan/550014b7a33311177350f9fa/ahmadiyah-sisi-lain-fatwa-mui [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Tadzkirah: Kumpulan dari Ilham-ilham jang Diterima oleh Al-Masih jang Didjandjikan. Rabwah, Pakistan: Asyirkatul Islamiyah, 1956, Terdjemahan.

Tamam, Badrul. (2011). “Ahmadiyah Murtad & Dimusuhi Karena Ajarkan Ada Nabi Lagi Sesudah Muhammad” dalam Voa Islam TV, pada 7 Februari. Tersedia secara online juga di: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2011/02/07/13164/ahmadiyah-murtad-dimusuhi-karena-ajarkan-ada-nabi-lagi-sesudah-muhammad [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Toyyibah, Daniyati. (2018). “Teologi Perdamaian: Perspektif Ahmadiyah Qadian”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Fakultas Ushuluddin UIN [Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah Jakarta. Tersedia secara online juga di: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/41927/1/DANIYATI%20TOYYIBAH.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 11 Maret 2019].

Triyana, Bonnie. (2017). “Ahmadiyah di Indonesia: Sukarno Merangkulnya, Gus Dur Membebaskannya, dan MUI Mengharamkannya” dalam HISTORIA: Masa Lampau Selalu Aktual. Tersedia secara online di: https://historia.id/agama/articles/ahmadiyah-di-indonesia-vV4k6 [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Udiata, Grace Olivia. (2012). “Analisis Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008 tentang Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Dikaji dari Ilmu Perundang-Undangan”. Tesis Magister Tidak Diterbitkan. Jakarta: PPs FH UI [Program Pascasarjana, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia]. Tersedia secara online juga di: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20298324-T30030%20-%20Analisis%20surat.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 31 Agustus 2018].

Ulum, Wasi’ul. (2011). “Kronologi Penyerangan Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik” dalam Tempo.Co, pada 6 Februari. Tersedia secara online juga di: https://nasional.tempo.co/read/311441/kronologi-penyerangan-jamaah-ahmadiyah-di-cikeusik [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Wahid, Yenny Zannuba et al. (2012). Laporan Akhir Tahun Kebebasan Beragama dan Intoleransi 2012: The Wahid Institute. Jakarta: The Wahid Institute didukung oleh Yayasan TIFA. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/45155-ID-laporan-kebebasan-beragamaberkeyakinan-dan-toleransi-the-wahid-institute-tahun-2.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Agustus 2018].

Wahid, Yenny Zannuba et al. (2014). Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Intoleransi, 2014: “Utang” Warisan Pemerintah Baru. Jakarta: The Wahid Institute. Tersedia secara online juga di: http://wahidinstitute.org/wi-id/images/upload/dokumen/laporan [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Wasono, Hari Tri. (2011). “Ahmadiyah Lahore Minta MUI Revisi Fatwa Sesat” dalam Tempo.Co, pada 16 Februari. Tersedia secara online juga di: https://nasional.tempo.co/read/313666/ahmadiyah-lahore-minta-mui-revisi-fatwa-sesat/full&view=ok [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 3 Agustus 2018].

Yudono, Jodhi. (2011). “Ahmadiyah: Sejak Datang Sudah Ditentang” dalam Kompas.Com, pada 15 Februari. Tersedia secara online juga di: https://nasional.kompas.com/read/2011/02/15/05325837/ahmadiyah.sejak.datang.sudah.ditentang [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 10 Agustus 2018].

Yusuf, Munirul Islam. (2011). Bantahan Lengkap Menjawab Keberatan atas Beberapa Wahyu didalam Tadzkirah & Tabayyun (Penjelasan). Bogor: Bintang Grafika.

Zed, Mestika. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Penerbit YOI [Yayasan Obor Indonesia].




DOI: https://doi.org/10.2121/sosiohumanika.v12i2.1236

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.

Stats Counter