Peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam Menggapai Kebenaran Ilmiah

Purwadhi Purwadhi

Abstract


RESUME: Artikel ini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, reviu literatur, dan studi pustaka akan mengkaji tentang peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam menggapai kebenaran ilmiah. Didalamnya akan dikaji dua isu utama, yakni Kedudukan dan Peranan Ilmu-ilmu Sosial, serta Kebenaran Ilmiah itu sendiri. Hasil kajian menunjukan bahwa Ilmu-ilmu Sosial merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam masalah oleh masyarakat umum dengan berbagai macam pengertian, seperti  fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang berasal dari berbagai macam bidang ilmu pengetahuan dan keahlian dalam lapangan Ilmu-ilmu Sosial, misalnya Ekonomi, Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi, Psikologi Sosial, Sejarah, dan lain sebagainya. Tujuan daripada Ilmu-ilmu Sosial adalah untuk membantu perkembangan pengetahuan atau wawasan pemikiran dan juga kepribadian agar mendapatkan wawasan pemikiran sosial yang lebih komprehensif. Kebenaran ilmiah tidak bisa dilepaskan dari makna dan fungsi ilmu itu sendiri, yakni sejauhmana dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Disamping itu, proses untuk mendapatkannya haruslah melalui tahap-tahap metode ilmiah. Kriteria ilmiah dari suatu ilmu memang tidak dapat menjelaskan fakta dan realitas yang ada. Apalagi terhadap fakta yang berada dalam lingkup religi ataupun metafisika dan mistik serta non-ilmiah lainnya. Di sinilah perlunya pengembangan sikap dan kepribadian yang mampu meletakan manusia dalam dunianya. Akhirnya, kebenaran ilmiah itu meliputi: kebenaran metafisik, kebenaran etik, kebenaran logis, dan kebenaran empirik. Sedangkan teori utama tentang kebenaran itu meliputi: teori korespondensi, teori koherensi, dan teori pragmatisme.

KATA KUNCI: Kedudukan dan Peranan; Ilmu-ilmu Sosial; Kebenaran Ilmiah; Teori Kebenaran; Pemikiran dan Kepribadian Manusia. 

ABSTRACT: “The Role of Social Sciences in Reaching Scientific Truth”. This article, using a qualitative approach, literature review, and literature study will examine the role of the Social Sciences in reaching scientific truth. In it, two main issues will be examined, namely the Position and Role of the Social Sciences, as well as the Scientific Truth itself. The results of the study show that Social Sciences are the study of various kinds of problems by the general public with various kinds of understanding, such as facts, concepts, principles, and procedures that come from various fields of expertise in the field of Social Sciences, for example Economics, Social Geography, Sociology, Anthropology, Social Psychology, History, and so on. The aim of Social Sciences is to foster the development of knowledge or insight into thinking and also personality in order to gain a more comprehensive insight into social thinking. Scientific truth cannot be separated from meaning and the function of science it self to the extent that it can be used and benefited by humans. Besides that the process to get it must go through the stages of the scientific method. Scientific criteria from a science indeed cannot explain the facts and reality that exist. Especially with regard to facts that are within the scope of religion or metaphysics and mysticism and other non-scientific. This is needed to develop attitudes and personalities that are able to put humans in their world. Finally, scientific truths include: metaphysical truth, ethical truth, logical truth, and empirical truth. While the main theories about truth include: correspondence theory, coherence theory, and pragmatism theory.

KEY WORD: Position and Role; Social Sciences; Scientific Truth; Truth Theory; Human Thinking and Personality.

About the Author: Dr. Purwadhi adalah Dosen Senior dan sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Jalan Terusan Sekolah No.1-2 Antapani, Cicaheum, Kiaracondong, Bandung 40282, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: purwadhi@bsi.ac.id

Suggested Citation: Purwadhi. (2019). “Peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam Menggapai Kebenaran Ilmiah” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Volume 12(1), Mei, pp.69-80. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI with ISSN 1979-0112 (print) and ISSN 2622-6855 (online).

Article Timeline: Accepted (November 10, 2018); Revised (February 9, 2019); and Published (May 30, 2019).


Keywords


Kedudukan dan Peranan; Ilmu-ilmu Sosial; Kebenaran Ilmiah; Teori Kebenaran; Pemikiran dan Kepribadian Manusia

Full Text:

PDF

References


Abdillah, A. (2012). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.

Abdullah, Taufik. (2006). Ilmu Sosial dan Tantangan Zaman. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Absori et al. (2018). Pemikiran Hukum Profetik: Ragam Paradigma Menuju Hukum Berketuhanan. Yogyakarta: Ruas Media. Tersedia secara online juga di: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/10301/PEMIKIRAN%20HUKUM%20PROFETIK.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 2 Maret 2019].

Achmadi, Asmoro. (2007). Filsafat Umum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Afiyanti, Yati. (2005). “Penggunaan Literatur dalam Penelitian Kualitatif” dalam Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol.9, No.1 [Maret], hlm.32-35. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/105845-ID-penggunaan-literatur-dalam-penelitian-ku.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Angeles, Peter Adam. (1981). Dictionary of Philosophy. New York: Barnes & Noble.

Atabik, Ahmad. (2014). “Teori Kebenaran Perspektif Filsafat Ilmu: Sebuah Kerangka untuk Memahami Konstruksi Pengetahuan Agama” dalam Fikrah, Vol.2, No.1 [Juni]. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/62067-ID-teori-kebenaran-perspektif-filsafat-ilmu.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 1 Oktober 2018].

Bahrum. (2013). “Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi” dalam Sulesana, Vol.8, No.2, hlm.35-45.

Bradley, Francis Herbert. (1968). The Presuppositions of Critical History. Chicago: Quadrangle Books, firstly published in 1876.

Butler, Judith. (1987). Subjects of Desire: Hegelian Reflections in Twentieth-Century France. New York: Columbia University Press.

Chalik, Abdul. (2015). Filsafat Ilmu: Pendekatan Kajian Keislaman. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran. Tersedia secara online juga di: http://digilib.uinsby.ac.id/20818/1/Filsafat%20Ilmu.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Oktober 2018].

Comte, Auguste. (1830). Introduction to Positive Phylosophy. New York: Bob Merrills.

Dahrendorf, Ralf. (1959). Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford: Stanford University Press.

Dahrendorf, Ralf. (2000). “Social Science: Ilmu Sosial” dalam Adam Kuper & Jessica Kuper [eds]. Ensiklopedia Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada, terjemahan Haris Munandar et al.

Daldjoeni, N. (1985). Ilmu dalam Perspektif. Jakarta: PT Gramedia, cetakan ke-6.

Dilthey, Wilhelm. (1911). Hermeneutics and the Study of History. USA [United States of America]: Princeton University Press, Translation.

Dilthey, Wilhelm. (2006). “The Hermeneutics of the Human Sciences” in Kurt Mueller-Vollmer [ed]. The Hermeneutics Reader: Texts of the German Tradition from the Enlightenment to the Present. New York: Continuum.

Durkheim, Emile. (1938). The Rules of Sociological Method. Chicago: University of Chicago Press, firstly published in 1895, with entitled in France language “Les Regles de la Methode Scientifique”.

Ford, Julienne. (1975). Paradigms and Fairy Tales: An Introduction to the Science of Meanings. New York: Routledge & K. Paul.

Fourier, Charles. (1808). Theorie des Quatre Mouvement et des Destiness Generales. Lyon: n.p. [no publisher].

Gauch, Jr., Hugh G. (2003). Scientific Method in Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Gie, The Liang. (1999). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.

Gutting, Gary. (1999). “Richard Rorty” in Robert Audi [ed]. The Cambridge Dictionary of Philosophy. London: Cambridge University Press, pp.797-798.

Hasani. (2012). “Filsafat Ilmu dalam Pendekatan Studi Agama: Kajian Konsep dan Aplikasi Ilmu Tafsir dan Syariah” dalam Al-‘Adalah, Vol.X, No.3 [Januari]. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/57475-ID-filsafat-ilmu-dalam-pendekatan-studi-aga.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Hatta, Mohamad. (1986). Alam Pikiran Yunani. Jakarta: UI [Universitas Indonesia] Press.

Hegel, Georg Wilhelm Friedrich. (1807). Phenomenology of Mind. Cambridge: Cambridge University Press, translated from the Germany language “Phänomenologie des Geistes”.

Idris, S. & F. Ramly. (2016). Dimensi Filsafat Ilmu dalam Diskursus Integrasi Ilmu. Yogyakarta: Darussalam Publishing bekerjasama dengan FTK UIN [Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri] Ar-Raniry Press, Banda Aceh. Available online also at: https://repository.ar-raniry.ac.id/1019/1/Buku%20-Filsafat%20Ilmu.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 28 Oktober 2018].

Irwan, Alexander. (1997). “Pengantar” dalam Immanuel Wallerstein. Lintas Batas Ilmu Sosial. Yogyakarta: Penerbit LKiS, terjemahan dari “Open the Social Science: Report of the Gulbenkian Commission on the Restructuring of the Social Sciences”.

Ishomuddin. (2012). “Tarjih dalam Pendekatan Ilmu-ilmu Sosial: Mengupayakan Praktek Interdisipliner dalam Bertarjih” dalam Jurnal Online Metodologi Tarjih Muhammadiyah, Edisi 1, Nomor 1. Tersedia secara online juga di: http://psif.umm.ac.id/files/file/TARJIH%20DALAM%20PENDEKATAN%20ILMU%20SOSIAL.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Oktober 2018].

Kant, Immanuel. (1990). The Critique of Pure Reason. New York: Prometheus Books, translated by J.M.D. Meiklejhon.

Kattsoff, Luis O. (1996). Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana, terjemahan Soejono Soemargono.

Komara, Endang. (2012). Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. Bandung: Refika Aditama.

Komara, Endang. (2018). “Peran Ilmu Sosial dalam Kebenaran Ilmiah”. Tersedia secara online di: http://endangkomarasblog.blogspot.com/2018/11/peran-ilmu-sosial-dalam-kebenaran-ilmiah.html [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 2 Maret 2019].

Komarudin. (2014). “Falsifikasi Karl Popper dan Kemungkinan Penerapannya dalam Keilmuan Islam” dalam Jurnal at-Taqaddum, Vol.6, No.2 [Nopember], hlm.444-465.

Madjid, Arlinah. (2014). “Fenomenologi dan Hermeneutik: Perbandingan Dua Epistemologi” dalam Jurnal ETNOHISTORI, Vol.1, No.1, hlm.1-21.

Mandailing, M. Taufik. (2013). Mengenal Filsafat Lebih Dekat. Yogyakarta: UIN Suka [Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga] Press. Tersedia secara online juga di: http://digilib.uin-suka.ac.id/33343/2/Muhammad%20Taufik%20-%20Mengenal%20filsafat.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Mangku, Dewa Gede Sudika. (2013). “Fungsi Evaluatif Filsafat Hukum terhadap Hukum Positif Indonesia” dalam Pandecta, Vol.8, No.1 [Januari], hlm.31-39.

Mann, Douglas. (2008). A Survey of Modern Social Theory. Ontario, Canada: Oxford University Press.

Manzilati, A. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma, Metode, dan Aplikasi. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Mayangsari, Galuh Nashrullah Kartika. (2016). “Aliran Pragmatisme dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam” dalam HARATI, Vol.07, No.13 [Januari-Juni], hlm.9-18.

Mintaredja, Abbas Hamami. (2003). Teori-teori Epistemologi Common Sense. Yogyakarta: Paradigma.

Mukminan. (2015). Dasar-dasar Ilmu Sosial: Bagian I. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial UNY [Universitas Negeri Yogyakarta]. Tersedia secara online juga di: http://staffnew.uny.ac.id/upload/130682770/pendidikan/suplemendasar-2-ilmu-sosial.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Muthmainnah, Lailiy. (2018). “Tinjauan Kritis terhadap Epistemologi Immanuel Kant (1724-1804)” dalam Jurnal Filsafat, Vol.28, No.1, hlm.74-91.

Myrdal, Gunnar. (1967). Objectivity in Social Research. New York: Pantheon Books.

Pareto, Vilfredo (1935). The Mind and Society: Tratise on General Sociology, 4 Volumes. London: Oxford University Press, firstly published in 1916, with entitled in Italy language “Trattato die Sociologia Generale”.

Parsons, Talcott. (1951). The Social System. Glencoe: The Free Press.

Parsons, Talcott. (1960). Structure and Process in Modern Societiess. New York: The Free Press.

Peirce, Charles S. (1878). “How to Make Our Ideas Clear” in Popular Science Monthly, Volume 12 [January], pp.286-302.

Poedjawijatna. (1987). Pengantar ke Ilmu dan Filsafat. Jakarta: Bina Aksara.

Popper, Karl R. (1959). The Logic of Scientific Discovery. New York: The Free Press.

Popper, Karl R. (1983). Objective Knowledge: An Evolutionary Approach. London and Oxford: The Clarendon Press.

Rizkiyani, Wilda Faiz. (2016). “Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat” dalam KOMPASIANA: Byond Blogging, pada 18 Mei. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/wildafaiz/573c7c89f07e61700a9cb468/ilmu-pengetahuan-dalam-filsafat [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Rusuli, Izzatur & Zakiul Fuady M. Daud. (2015). “Ilmu Pengetahuan dari John Locke ke Al-Attas” dalam Jurnal Pencerahan, Vol.9, No.1 [Maret], hlm.12-22.

Sabari, John. (2011). “Metode Ilmiah dalam Ilmu-ilmu Sosial” dalam Agastya, Volume 1 [Januari], hlm.117-132.

Saifullah. (2008). “Kebenaran Ilmiah menurut Perspektif Filsafat Ilmu”. Makalah Tidak Diterbitkan. Tersedia secara online juga di: https://repository.ar-raniry.ac.id/2208/1/Kebenaran%20Ilmiah.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Santosa, Boedi. (2015). “Teori-teori Kebenaran: Korespondensi, Koherensi, Pragmatik, Struktural Paradigmatik, dan Performatik” dalam KOMPASIANA: Byond Blogging, pada 25 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/boedis2/550f14b2a33311bb2dba84c7/teori-teori-kebenaran-korespondensikoherensi-pragmatik-struktural-paradigmatik-danperformatik [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 1 Oktober 2018].

Sastradipoera, Komaruddin. (2001). Sejarah Pemikiran Ekonomi: Suatu Pengantar Teori dan Kebijakan Ekonomi. Bandung: Kappa-Sigma.

Schmidt, Lawrence K. (2006). Understanding Hermeneutics. Durham: Acumen Publishing.

Schutz, Alfred. (1970). On Phenomenology and Social Relations. Chicago: The University of Chicago Press.

Subadi, Tjipto. (2009). Sosiologi dan Sosiologi Pendidikan: Suatu Kajian Boro dari Perspektif Sosiologis Fenomenologis. Kartasura: UMS [Universitas Muhammadiyah Surakarta] Press. Tersedia secara online juga di: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/9294/Sosiologi%20dan%20Sosiologi%20Pendidikan.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 9 Oktober 2018].

Supardan, Dadang. (2008). Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Supriadi, Dedi. (1998). Kebenaran Ilmiah, Metode Ilmiah, dan Paradigma Riset Kependidikan. Bandung: Pascasarjana IKIP [Institut Kegruuan dan Ilmu Pendidikan] Bandung.

Suriasumantri, Jujun S. (2009). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, edisi revisi.

Suseno, Franz Magnis. (2015). “Mengelola Negara Secara Etis” dalam Danang Wijayanto et al. [eds]. Menggagas Peradilan Etik di Indonesia. Jakarta: Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia, hlm.43-59.

Syafi’i, Inu Kencana. (1995). Filsafat Kehidupan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sya’roni, Mokh. (2014). “Etika Keilmuan: Sebuah Kajian Filsafat Ilmu” dalam Teologia, Vol.25, No.1 [Januari-Juni].

Tafsir, Ahmad. (2001). Filsafat Umum: Dari Thales sampai Capra. Bandung: Rosdakarya.

Taryadi, Alfons. (1991). Epistemologi Pemecahan Masalah Menurut Karl Popper. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tjahyadi, Sindung. (2015). “Refleksi Paradigma Ilmu-ilmu Sosial” dalam HUMANIKA, Vol.22, No.2. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/62234-ID-refleksi-paradigma-ilmu-ilmu-sosial.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 17 Oktober 2018].

Uhi, Jannes Alexander. (2018). “Pengembangan Epistemologi Realisme melalui Prinsip-prinsip Kultural”. Makalah Tidak Diterbitkan, ada pada Penulis.

Vardiansyah, Dani. (2008). Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Jakarta: Penerbit Indeks.

Vessuri, Hebe. (2000). “Ethical Challenges for the Social Sciences on the Threshold of the 21st Century” in Current Sociology, Vol.50, No.1 [January], pp.135-150.

Wahana, Paulus. (2008). “Menguak Kebenaran Ilmu Pengetahuan dan Aplikasinya dalam Kegiatan Perkuliahan” dalam Jurnal Filsafat, Vol.18, No.3 [Desember]. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/81854-ID-menguak-kebenaran-ilmu-pengetahuan-dan-a.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Wallerstein, Immanuel. (1961). Africa: The Politics of Independence. USA [United States of America]: Vintage Books.

Wallerstein, Immanuel. (1979). The Capitalist World-Economy. Cambridge: Cambridge University Press.

Wallerstein, Immanuel. (1980). The Modern World System, 2 Volumes. California: University of California Press.

Wallerstein, Immanuel. (1983). Historical Capitalism. London: Verso.

Wallerstein, Immanuel. (1984). The Politics of the World Economy: The State, the Movements, and the Civilizations, Studies in Modern Capitalism. Cambridge: Cambridge University Press.

Wallerstein, Immanuel. (1996). Open the Social Science: Report of the Gulbenkian Commission on the Restructuring of the Social Sciences. Stanford: Stanford University Press.

Wallerstein, Immanuel. (1997). Lintas Batas Ilmu Sosial. Yogyakarta: Penerbit LKiS, Terjemahan.

Wallerstein, Immanuel. (2004). World-Systems Analysis: An Introduction. Durham: Duke University Press.

Wasistiono, Sadu. (2015). “Modul 1: Ilmu dan Pengetahuan”. Tersedia secara online di: http://repository.ut.ac.id/4244/1/IPEM4407-M1.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 1 Oktober 2018].

Weber, Max. (1968). Economy and Society. New York: Free Press, firstly published in 1921, with entitled in Germany language “Wircharf un Gessercharf”.

Wesilah. (2009). “Konsep Ilmu dan Kebenaran dalam Pemikiran Al-Ghazali: Kajian tentang Epistemologi”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin UIN [Universitas Islam Negeri] Sunan Kalijaga. Tersedia secara online juga di: http://digilib.uin-suka.ac.id/3930/1/BAB%20I%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf [diakses di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 5 Oktober 2018].

Zed, Mestika. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Penerbit YOI [Yayasan Obor Indonesia].

Ziman, John. (2000). Real Science: What it is and What it Means. Cambridge: Cambridge University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.

Stats Counter