Fatahillah sebagai Tokoh Historis: Sama atau Bedakah dengan Sunan Gunung Djati?

Edi Suhardi Ekadjati

Abstract


ABSTRAKSI: Sesuai dengan wujudnya, ilmu pengetahuan itu berupa kumpulan penemuan, baik berupa penemuan empiris maupun penemuan teoritis. Itulah sebabnya, sifat ilmu pengetahuan itu terus berkembang sejalan dengan perkembangan penemuan baru. Tetapi tidak semua penemuan baru otomatis diterima dan menjadi keluarga ilmu pengetahuan, karena penemuan baru itu harus diuji terlebih dahulu keabsahannya, termasuk di dalam ilmu sejarah. Dengan menggunakan metode historis dan pendekatan kualitatif, artikel ini mencoba mengkaji tentang penemuan baru disekitar identitas Fatahillah dan Sunan Gunung Djati, sebagai dua tokoh sejarah yang berbeda dalam proses Islamisasi di Jawa Barat, Indonesia. Berbeda dengan pendapat awal, sejak tahun 1913, yang dikemukakan oleh Hoesein Djajadiningrat berdasarkan sumber-sumber lain, bahwa kedua tokoh tersebut adalah sama orangnya. Dengan perkataan lain, Fatahillah dan Sunan Gunung Djati adalah dua nama dengan tokoh yang sama. Namun artikel ini – berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Atja dan Edi Suhardi Ekadjati sejak tahun 1970-an dan 1980-an – menyatakan justru ianya adalah dua tokoh yang berbeda. Dengan perkataan lain, Fatahillah bukanlah Sunan Gunung Djati, tetapi tokoh yang disebut pertama merupakan menantu dari tokoh yang disebut terakhir. Namun, hasil kajian bahwa antara Fatahillah dan Sunan Gunung Djati adalah dua tokoh yang berbeda, nampaknya, perlu terus diuji keabsahannya dengan berbagai tinjauan dan pendekatan, sebelum diterima sebagai kebenaran sejarah. Jadi, disamping perlu pemasyarakatan penemuan baru, juga perlu waktu, kesabaran, dan kajian pihak lain.

KATA KUNCI: Tokoh Historis; Fatahillah dan Sunan Gunung Djati; Interpretasi Sejarah; Temuan Baru. 

ABSTRACT: “Fatahillah as Historical Figure: Is it the Same or Different with Sunan Gunung Djati?”. In accordance with its form, science is a collection of inventions, both in the form of empirical and theoretical discoveries. That is why the nature of science continues to grow in line with the development of new discoveries. But not all new discoveries are automatically accepted and become a family of science, due to the new invention must first be tested for its validity, including in history. Using historical methods and qualitative approaches, this article tries to examine new discoveries around the identities of Fatahillah and Sunan Gunung Djati, as two different historical figures in the process of Islamization in West Java, Indonesia. In contrast to the initial opinion, since 1913, Hoesein Djajadiningrat stated based on other sources, that the two figures were the same people. In other words, Fatahillah and Sunan Gunung Djati are two names with the same characters. But this article – based on the results of a study conducted by Atja and Edi Suhardi Ekadjati since the 1970s and 1980s – states that it is actually two different figures. In other words, Fatahillah is not Sunan Gunung Djati, but the first named figure is the son-in-law of the latter figure. However, the results of the study that between Fatahillah and Sunan Gunung Djati are two different figures, seem its validity needs to be tested with various reviews and approaches, before being accepted as historical truths. So, in addition to the need for correcting new discoveries, it also needs time, patience, and the study of others.

KEY WORD: Historical Figure; Fatahillah and Sunan Gunung Djati; Historical Interpretation; New Finding.

About the Author: Prof. Dr. Edi Suhardi Ekadjati adalah Guru Besar di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra UNPAD (Universitas Padjadjaran) Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Penulis lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 25 Maret 1945; dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 1 Juni 2006, dalam usia 61 tahun. Penulis adalah seorang pakar dalam bidang filologi, sejarah, dan budaya Sunda.

Suggested Citation: Ekadjati, Edi Suhardi. (2018). “Fatahillah sebagai Tokoh Historis: Sama atau Bedakah dengan Sunan Gunung Djati?” in INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, Volume 3(2), August, pp.117-124. Bandung, West Java, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI with ISSN 2443-1776 (print).

Article Timeline: Accepted (June 22, 2018); Revised (July 27, 2018); and Published (August 31, 2018).


Keywords


Tokoh Historis; Fatahillah dan Sunan Gunung Djati; Interpretasi Sejarah; Temuan Baru

Full Text:

PDF

References


Atja. (1972). Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari: Seri Monografi, No.5. Djakarta: Ikatan Karjawan Museum Pusat.

Ayatrohaedi. (1986). Negara Kretabhumi, Jilid 1 dan 5. Bandung: Proyek Sundanologi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI [Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia].

Baits, Ammi Nur. (2009). “Fathu Makkah: Pelajaran dari Penaklukan Kota Mekkah”. Tersedia secara online di: https://muslim.or.id/1318-fathu-makkah-pelajaran-dari-penaklukan-kota-mekkah.html [diakses oleh editor di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 24 Maret 2018].

Brandes, J.L.A. (1911). “Babad Tjarbon” in VBG: Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, LIX, Tweede Stuk, Eerste Gedeelte, published in Batavia (Jakarta now), pp.1-144.

Denzin, Norman K. (2008). “Evolution of Qualitative Research” in Lisa M. Given [ed]. The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods, Volumes 1 & 2. Los Angeles, London, New Delhi, and Singapore: A SAGE Reference Publication.

Djajadiningrat, Hoesein. (1913). Critische Beshouwing van de Sadjarah Banten: Bijdrage ter Kenschetsing van de Javaansche Geschiedschrijving. Haarlem, Leiden: Joh. Enschede en Zonen, Rijksuniversiteit.

Djajadiningrat, Hoesein. (1956). “Hari Lahirnja Djajakarta” dalam Bahasa dan Budaja, Nomor V.

Djajadiningrat, Hoesein. (1957). “Tjerbon: Kant-Teekeningen bij Het Javansche Rijk Tjerbon in de Eerste Eeuwen van Zijn Bestaan” dalam BKI: Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, No.113.

Djajadiningrat, Hoesein. (1983). Tinjauan Kritis tentang Sajarah Banten: Sumbangan bagi Pengenalan Sifat-sifat Penulisan Sejarah Jawa. Jakarta: Penerbit Djambatan, Terjemahan.

Djajadiningrat, Hoesein & R.A. Kern. (1973). Masa Awal Kerajaan Cirebon. Jakarta: Penerbit Bhratara, Terjemahan.

Edel, J. (1938). “Hikajat Hasanoedin”. Unpublished Doctoral Dissertation. Meppel, Netherlands: Utrecht University.

Ekadjati, Edi Suhardi. (1975). Penyebaran Agama Islam di Jawa Barat. Bandung: Proyek Penunjang Peningkatan Kebudayaan Nasional Propinsi Jawa Barat.

Ekadjati, Edi Suhardi. (1982). Ceritera Dipati Ukur: Karya Sastra Sejarah Sunda. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Ekadjati, Edi Suhardi. (1985). Fatahillah: Pahlawan Arif Bijaksana. Bandung: PT Mutiara Sumber Widya.

Ekadjati, Edi Suhardi. (2005). Sunan Gunung Jati: Penyebar dan Penegak Islam di Tatar Sunda. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya dan Pusat Studi Sunda.

Ekadjati, Edi Suhardi. (2010). “Melacak Naskah-naskah Banten” dalam Kenali Daerahmu, Cintai Negerimu: Sebuah Blog Bermuatan Potensi Lokal. Tersedia secara online juga di: https://humaspdg.wordpress.com/2010/05/13/melacak-naskah-naskah-kuno-banten/ [diakses oleh editor di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 2 Maret 2018].

Ekadjati, Edi Suhardi. (2018). Polemik Naskah Pangeran Wangsakerta. Jakarta: Pustaka Jaya.

Ekadjati, Edi Suhardi et al. (1991). Sejarah Cirebon Abad Ketujuh Belas. Bandung: Penerbit UNPAD [Universitas Padjadjaran].

Firmanto, Alfan. (2015). “Historiografi Islam Cirebon: Kajian Manuskrip Sejarah Islam Cirebon” dalam Jurnal Lektur Keagamaan, Vol.13, No.1, hlm.31-58.

Fruin-Mees, W. (1920). Geschiedenis van Java, 2 Volumes. Weltevreden: Commissie van Volkslectuur.

Graaf, H.J. de & Th.G.Th. Pigeaud. (1974). De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java: Studien over de Staatkundige Geschiedenis van de 15de en 16de Eeuw, VKI Vol.69. ‘s-Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Graaf, H.J. de & Th.G.Th. Pigeaud. (1985). Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa: Kajian Sejarah Politik Abad ke-15 dan ke-16. Jakarta: PT Grafiti Pers, Terjemahan.

Haekal, Muhammad Husain. (1984). Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: Penerbit Tintamas, cetakan ke-9, terjemahan Ali Audah dari Hayatu Muhammad.

Irianto, Bambang. (2009). Syekh Nurjati (Syekh Datul Kahfi): Perintis Dakwah & Pendidikan. Cirebon: Penerbit STAIN [Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri] Press.

Kartodirdjo, Sartono. (1999). Pengantar Sejarah Indonesia Baru, 1500-1900: Dari Emporium sampai Imperium. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lubis, Nina H. (2002). “Kontroversi tentang Naskah Wangsakerta” dalam HUMANIORA, Vol.14, No.1 [Februari], hlm.20-26. Tersedia secara online juga di: https://media.neliti.com/media/publications/11618-ID-kontroversi-tentang-naskah-wangsakerta.pdf [diakses oleh editor di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 2 Maret 2018].

Pudjiastuti, Titik et al. (1994). Laporan Penelitian, Pencatatan, Inventarisasi, dan Pendokumentasian Naskah-naskah Cirebon. Jakarta: Fakultas Sastra UI [Universitas Indonesia].

Ricklefs, M.C. (1981). A History of Modern Indonesia. Houndmills, Basingstoke, Hampshire and London: Macmillan Education, Ltd..

Rizka, Fathiyya. (2016). “Fatahillah Versus Sunan Gunung Jati”. Tersedia secara online di: http://fathiyyarizkakf.blogspot.com/2016/03/fatahillah-vs-sunan-gunung-jati.html [diakses oleh editor di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 24 Maret 2018].

Schrieke, B. (1957). Indonesian Sociological Studies, Part Two: Ruler and Realm in Early Java. The Hague and Bandung: W.van Hoeve Ltd.

Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Susantio, Djulianto. (2010). “Fatahillah: Tokoh Sejarah atau Tokoh Mitos?” dalam Majalah Arkeologi Indonesia. Jakarta: 26 Februari. Tersedia secara online juga di: https://hurahura.wordpress.com/2010/02/26/fatahillah-tokoh-sejarah-atau-tokoh-mitos/ [diakses oleh editor di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 24 Maret 2018].

Wahyu, Amman N. (2005). Sajarah Wali Syeikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati: Naskah Mertasinga. Bandung: Penerbit Pustaka.

Wahyu, Amman N. (2007). Sajarah Wali Syeikh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati: Naskah Kuningan. Bandung: Penerbit Pustaka.

Wahyu, Amman N. (2009). Waosan Babad Galuh dari Prabu Ciung Wanara hingga Prabu Siliwangi: Naskah Keraton Kasepuhan Cirebon. Bandung: Penerbit Pustaka.

Wildan, Dadan. (2002). Sunan Gunung Jati (Antara Fiksi dan Fakta): Pembumian Islam dengan Pendekatan Struktural dan Kultural. Bandung: Humaniora Utama Press.

Yatim, Badri. (1997). Historiografi Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats