Memperkokoh Karakter Siswa Sekolah Dasar dengan Belajar dari Keberhasilan Jepang

Wakhudin Wakhudin

Abstract


RINGKASAN: Dengan memiliki karakter kuat, bangsa Jepang yang hancur akibat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, pada tahun 1945, bisa segera bangkit. Tak lebih dari 15 tahun sejak kekalahan perang dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang telah melakukan recovery, bahkan mampu memenangi persaingan global. Meskipun pasukannya kalah, tapi bangsa Matahari Terbit itu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dengan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), Jepang berhasil membangun perekonomiannya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi literatur, artikel ini menunjukan bahwa Indonesia harus berikhtiar menjadi bangsa maju. Dalam beberapa hal, bangsa Indonesia dapat mencontoh Jepang. Dengan mencontoh Jepang, Indonesia bisa memiliki karakter dan jati diri yang kuat. Kelebihan Indonesia dari Jepang, jika negeri ini maju seperti mereka, adalah religiusitas. Dengan bimbingan agama, dan dengan karakter yang kuat, Indonesia menjadi maju dan menjadi negeri yang “gemah ripah loh jinawi, baldatun thayibatun warabbun ghafur”. Indonesia menjadi negara yang mampu melindungi rakyat beserta seluruh tumpah darahnya, dan juga menjadi pemrakarsa perdamaian dunia. Akhirnya, membangun karakter itu harus dimulai secara dini. Memperkokoh karakter secara terprogram sangat bagus dimulai saat anak menikmati Sekolah Dasar. Dengan memperkokoh karakter siswa, berarti bangsa Indonesia sejak dini telah meletakkan dasar kehidupan berbangsa dan bertanah air secara teguh, sehingga Indonesia mampu mewujudkan generasi emas pada tahun 2045.

KATA KUNCI: Karakter Bangsa; Belajar dari Jepang; Program Pendidikan Sekolah Dasar; Menjadi Negara Maju dan Sejahtera. 

ABSTRACT: “Strengthening the Character of Elementary School Students by Learning from Japanese Success”. Having a strong character, the Japanese who were destroyed by the atomic bomb on Hiroshima and Nagasaki, in 1945, could immediately rise. No more than 15 years since the defeat of the war in World War II (1939-1945), Japan has done recovery, even able to win the global competition. Even though her army was defeated, the nation of the Rising Sun controlled science and technology. So with science and technology, Japan managed to build its economy. By using qualitative methods and literature studies, this article shows that Indonesia must endeavor to become a developed nation. In a number of ways, the Indonesian nation can imitate Japan. By imitating Japan, Indonesia can have a strong character and identity. Indonesia's strength from Japan, if the country is progressing like them, is religiousity. With religious guidance, and with a strong character, Indonesia becomes advanced and become a country that is “progress, prosperous, and under the protection and blessing of Allah SWT (Subhanahu Wa-Ta'ala or God Almighty)”. Indonesia is a country that is able to protect the people and their mother land, and also become a world peace initiative. Finally, building character must begin early. Strengthening the character very well programmed starts when the child enjoys at the Elementary School. By strengthening the character of the students, it means that the Indonesian nation from the very beginning has laid the foundation of life of the nation and the mother land firmly, so that Indonesia can realize the gold generation in 2045.

KEY WORD: National Character; Study from Japan; Elementary School Education Program; Become a Advanced and Prosperous Country.

About the Author: Dr. Wakhudin adalah Dosen pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Jalan Raya Dukuh Waluh, Purwokerto 53182, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Alamat emel: wakhudin@gmail.com

Suggested Citation: Wakhudin. (2018). “Memperkokoh Karakter Siswa Sekolah Dasar dengan Belajar dari Keberhasilan Jepang” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Volume 8(2), December, pp.99-112. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, ISSN 2088-1290.

Article Timeline: Accepted (July 27, 2018); Revised (October 28, 2018); and Published (December 30, 2018).


Keywords


Karakter Bangsa; Belajar dari Jepang; Program Pendidikan Sekolah Dasar; Menjadi Negara Maju dan Sejahtera

Full Text:

PDF

References


Aeni, Ani Nur. (2014). “Pendidikan Karakter untuk Siswa SD dalam Perspektif Islam” dalam Mimbar Sekolah Dasar, Vol.1, No.1 [April], diterbitkan oleh Program Studi PGSD UPI [Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia] Kampus Sumedang, Jawa Barat, Indonesia.

Andari, Novi. (2009). “Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang: Tinjauan Tradisi Penamaan dan Gerak Isyarat Tubuh” dalam Parafrase, Vol.09, No.02 [September], hlm.22-29.

Anderson, Ben. (1988). Revoloesi Pemoeda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa, 1944-1946. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan, Terjemahan.

Astirin, Okid Parama. (2000). “Permasalahan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Indonesia” dalam BIODIVERSITAS, Vol.1, No.1 [Januari], hlm.36-40. Tersedia secara online juga di: https://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/D0101/D010107.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 18 Juli 2018].

Benda, H.J. (1980). Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang, 1942-1945. Jakarta: PT Pustaka Jaya, Terjemahan.

Benjamin, Levin. (2001). “Coceptualizing the Procces of Education Reform from an International Perspective” in Education Policy Analysis Archieves, Vol.9, No.14.

Cahyono, Guntur. (2017). “Pendidikan Karakter Perspektif Al-Qur’an dan Hadits” dalam AL-ASTAR: Jurnal Ahwal al-Syahsiyah dan Tarbiyah STAI Mempawah, Vol.V, No.1 [Maret], hlm.19-38.

Clark, Gregory. (1979). The Unique Japanese. Tokyo: Kodansha.

Cotton, C.M. (1996). Ethnobotany: Principles and Applications. New York: John Wiley & Sons.

Creswell, J.W. (1998). Qualitatvie Inquiry and Research Design: Choosing among Five Traditions. USA [United State of America]: Sage Publications.

Cronbach, Lee J. (1977). Educational Psychology. New York: Harcourt Brace Jovanovich, Inc., 3rd edition.

Dahl, William. (2015). “Rekayasa Sosial” dalam KOMPASIANA: Beyond Blogging, pada 19 September. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/aboutlife/550d8f7d813311692db1e40b/rekayasa-sosial [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 9 Oktober 2018].

Dillehay, Thomas D. (2008). The Settlement of the Americas. New York: Basic Books.

Djaja, W. (2012). Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Dradjat, K., E. Saharuddin & L.E. Setijorini. (2004). Dasar-dasar Budidaya Tanaman. Jakarta: Pusat Penerbitan UT [Universitas Terbuka].

Faisal, Sanapiah. (1990). Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan Aplikasi. Malang: Penerbit YA3.

Gordon, Andrew. (2003). A Modern History of Japan: From Tokugawa Times to the Present. London: Oxford University Press.

Gunawan, Heri. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasinya. Bandung: Penerbit Alfabeta, cetakan kedua.

Hennida, Citra et al. (2017). “Budaya dan Pembangunan Ekonomi di Jepang, Korea Selatan, dan China” dalam Global & Strategis, Th.10, No.2. Tersedia secara online juga di: http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jgs8c18416addfull.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Ikeno, Osamu. (2002). The Japanese Mind: Understanding Contemporary Culture. Tokyo: Tuttle Publication.

Iqbal, Muhaimin. (2017). “Beyond the Horizon: Men-Disrupt Kejumudan Modern”. Tersedia secara online di: https://dilangitketujuh.com/wp-content/uploads/Beyond_The_Horizon.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 18 Juli 2018].

Itoh, Teiji & Gregory Clark. (1983). The Dawns of Tradition. Tokyo: Nissan Motor Co Ltd.

JICA [Japan International Cooperation Agency]. (2018). “Pembangunan Indonesia dan Kerjasama Jepang: Membangun Masa Depan Berdasarkan Kepercayaan”. Tersedia secara online di: https://www.jica.go.jp/publication/pamph/region/ku57pq00002izqzn-att/indonesia_development_ind.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Kinnon, K. Mac. (1992). Nature’s Treasurehouse: The Wildlife of Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kirschenbaum, Howard. (1995). 100 Ways to Enhance Values and Morality in Schools and Youth Settings. Massachusetts: Allyn & Bacon.

Kodoatie, Robert J. (2005). Pengantar Manajemen Infrastruktur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Terjemahan.

Lewis, C. & I. Tsuchida. (1998). “A Lesson is Like a Swiftly Flowing River: Research Lessons and the Improvement of Japanese Education” in American Educator, pp.14-17 and 50-52.

Lickona, Thomas. (1992). Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York, Toronto, London, Sydney, and Aucland: Bantam books.

Lickona, Thomas. (2013). Educating for Character. Jakarta: Bumi Aksara, Terjemahan.

Lincoln, Y.S. & E.G. Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. USA [United State of America]: Sage Publication.

Lubis, Suwardi. (2016). “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebudayaan dan Pergeseran Budaya”. Tersedia secara online di: https://suwardilubis.blogspot.com/2016/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 27 Juli 2018].

Marzuki. (2012). “Pendidikan Karakter dan Pengintegrasiannya dalam Pembelajaran”. Makalah Tidak Diterbitkan, ada pada Penulis. Tersedia secara online juga di: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-marzuki-mag/dr-marzuki-mag-pendidikan-karakter-dan-pengintegrasiannya-dalam-pembelajaran.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 9 Oktober 2018].

Megawangi, Ratna. (2004). Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta: Star Energy.

Mitsuhashi, Yukari. (2017). “Ikigai: Bagaimana Konsep Orang Jepang Meningkatkan Kerja dan Hidup Mereka” dalam BBC News Indonesia, pada 8 September. Tersedia secara online juga di: https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-41021291 [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Moleong, Lexy J. (2016). Metodolagi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Mubin, Hairul. (2015). “Kehidupan Nelayan Dibalik Negara Maritim” dalam KOMPASIANA: Beyond Blogging, pada 17 Juni. Tersedia secara online juga di: www.kompasiana.com.hairulmubin/552dff496ea8348f158b4569/kehidupan-nelayan-dibalik-negara-maritim [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 18 Juli 2018].

Nanoha. (2013). “Menurut seorang Pakar: Inilah yang Menjadi Karakteristik Orang Jepang”. Tersedia secara online di: http://jurnalotaku.com/2013/10/24/menurut-seorang-pakar-inilah-yang-menjadi-karakteristik-orang-jepang/ [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 27 Juli 2018].

Nasution, S. (2003). Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Penerbit Tarsito.

Nata, Abuddin. (2012). Revitalisasi Pendidikan Karakter untuk Mencetak Generasi Unggul. Jakarta: Penerbit UIN [Universitas Islam Negeri] Syarif Hidayatullah.

Nugroho, Anto Satriyo. (2006). “Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang”. Tersedia secara online juga di: https://asnugroho.wordpress.com/2006/08/31/perbandingan-budaya-indonesia-dan-jepang/ [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 4 Juli 2018].

Pangaribuan, Nurmala, Edi Kusmiadi & Sri Harijati. (2016). Materi Pokok Pengantar Ilmu Pertanian. Tangerang: Penerbit UT [Universitas Terbuka] Indonesia. Tersedia secara online juga di: http://bahanajar.ut.ac.id/app/webroot/epub/pdf_files/462/luht4219.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 4 Juli 2018].

Permatasari, Ane. (2015). “Membangun Kualitas Bangsa dengan Budaya Literasi”. Makalah dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB. Tersedia secara online juga di: http://repository.unib.ac.id/11120/1/15-Ane%20Permatasari.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Prasetyo, Agus. (2015). “Konsep, Urgensi, dan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah” dalam KOMPASIANA: Byond Blogging, pada 26 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/agusprasetyo/5500d253a33311537351205d [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 18 Juli 2018].

Purnama, Priya. (2015). “Katanya Jepang Dulu Terbelakang, dan Sekarang Maju!” dalam KOMPASIANA: Beyond Blogging, pada 25 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/priya.purnama/550e3078a33311ba2dba7f36/katanya-jepang-dulu-terbelakang-dan-sekarang-maju [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Rachmawati, I.N. (2007). “Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara” dalam Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 11(1), hlm.35-40.

Ratna, Maharani Patria. (2015). “Bisnis dalam Masyarakat Jepang” in Jurnal Izumi, Vol.5, No.1, pp.21-27.

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Reijntjes, C., B. Haverkort & A.W. Bayer. (1999). Pertanian Masa Depan: Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah. Jogyakarta: Penerbit Kanisius, Terjemahan.

Ricklefs, M.C. (1992). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, Terjemahan.

Sandy, Gapey. (2018). ”Paradoks Indonesia ala Prabowo dan Kenyataan Pahitnya” dalam KOMPASIANA: Beyond Blogging, pada 19 September. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/gapey-sandy/5ba119c6677ffb5de8499556/paradoks-indonesia-ala-prabowo-dan-kenyataan-pahitnya [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 9 Oktober 2018].

Silalahi, K. (2015). “Penanaman Modal Asing pada Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan di Indonesia”. Makalah untuk Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, hlm.99-106. Tersedia secara online juga di: https://doi.org/10.15294/snh.v1i01.21472 [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Soedarsono, Soemarno. (2009). Karakter: Mengantarkan Bangsa dari Gelap Menuju Terang. Jakarta: Kompas Gramedia.

Soedewo, Ery. (2012). “Kajian Agrikultur dalam Arkeologi: Alat Refleksi Dampak Kegiatan Agrikultur bagi Peradaban Manusia” dalam Agrikultur dalam Arkeologi: Seri Pengembangan Arkeologi Sumatera Bagian Utara, No.0212, hlm.79-115. Tersedia secara online juga di: http://repositori.kemdikbud.go.id/7738/1/Buku%20Lain%20Agrikultur.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 4 Juli 2018].

Sparks, Jr., Richard K. (1991). “Character Development at Fort Washington Elementary School” in Jacques S. Benninga [ed]. Moral, Character, and Civic Education in the Elementary School. New York and London: Teachers College Press.

Sudrajat, Ajat. (2011). “Mengapa Pendidikan Karakter?” dalam Jurnal Pendidikan Karakter, Thn.I, No.1 [Oktober], diterbitkan oleh FIS UNY [Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta].

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2006). Metodologi Penelitian. Bandung: Penerbit Rosda.

Supriyono, Haris Iskandar & Gutama. (2015). Pendidikan Keluarga dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tersedia secara online juga di: http://repositori.kemdikbud.go.id/6173/1/PKPKB%20OK%20PRINT.pdf [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 9 Oktober 2018].

Suwirta, Andi. (1989). “Ketika Saudara Tua Disambut oleh Saudara Muda: Sikap Politik Pemerintah Pendudukan Jepang terhadap Umat Islam Indonesia, 1942-1945”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS IKIP [Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan] Bandung.

Syaifudin, S.J. (2015). “Globalisasi: Perkembangan dan Implikasinya” dalam KOMPASIANA: Beyond Blogging, pada 25 Juni. Tersedia secara online juga di: https://www.kompasiana.com/syaifudin/55179009a33311b207b65d10/globalisasi-perkembangan-dan-implikasinya [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 11 Juli 2018].

Wakhudin & Ahmad Dahidi. (2015). “Ingin Maju, Tirulah Jepang”. Tersedia secara online di: http://jepang.upi.edu/berita-pengumuman/blog/drs-ahmad-dahidi-m-hum/2015-2/ingin-maju-tirulah-jepang/ [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 27 Juli 2018].

Wawancara dengan Responden A, yakni Prof. Dr. Nakahashi Nasami sebagai Presiden Osaka in the World, di Osaka, Jepang, pada tanggal 28 Maret 2015.

Wawancara dengan Responden B, yakni salah seorang anggota Komunitas Pendidikan Minamiyashimo-Sakai, di Osaka, Jepang, pada tanggal 30 Maret 2015.

Wawancara dengan Responden C, yakni Prof. Dr. Kanemoto Setsuko, seorang Guru Besar pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Humaniora, Universitas Ibaraki, di Tokyo, Jepang, pada tanggal 1 April 2015.

Wawancara dengan Responden D, yakni Prof. Dr. Masanori Yoshida, seorang Guru Besar Antropologi dari Fakultas Hubungan Internasional, Nihon University, di Tokyo, Jepang, pada tanggal 3 April 2015.

Wawancara dengan Responden E, yakni salah seorang Pengurus OiW (Osaka in the World), di Osaka, Jepang, pada tanggal 28 Maret 2015.

Wawancara dengan Responden F, yakni salah seorang anggota Masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, di Tokyo, Jepang, pada tanggal 1 April 2015.

Westley, D.E. (1987). Imitation and Innovation: The Transfer of Western Organizational Patterns to Meiji Japan. New York: Excel.

Wijaya, Hengki & Helaluddin. (2018). “Hakikat Pendidikan Karakter”. Tersedia secara online di: www.researchgate.net/publication/323364661 [diakses di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia: 4 Juli 2018].

Wilson, George M. (1992). Patriots and Redeemers: Motives in the Meiji Restoration. USA [United States of America]: University of Chicago Press.

Wuryandani, Wuri et al. (2014). “Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Dasar” dalam Jurnal Cakrawala Pendidikan, Th.XXXIII, No.2 [Juni], diterbitkan oleh UNY [Universitas Negeri Yogyakarta].

Yanuar, Nugroho. (2007). Globalisasi, Teknologi Informasi, dan Perubahan Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yunus, Resmiyati. (2013). Jendela Peristiwa di Kawasan Asia Timur. Yogyakarta: Penerbit Interpena.

Zed, Mestika. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats